HarKitNas = Hari Sakit Nasional? Hari Nyelekit Nasional? Hari Berakit-rakit Nasional ( inget rakit jadi inget crita kanoeing weekend lalu. critanya nyusul lain kali ya)
Selamat Hari Kebangkitan Nasional (itu dia kepanjangan yang benar! Sorry telat 1 hari nii..)
Tahun ini kita bangkit dari apa ya? Mbuh, nggak tahu aku. Yang jelas hari ini harga minyak mentah dunia 2 kali lipat dibanding hari yang sama tahun lalu. Diitung-itung pake hukum ekonomi apapun, nilai ini samasekali nggak realistis (aku mengutuk panic market dan para spekulan busuk). Ibuku bilang harga-harga bahan makanan di pasar juga solider ikut meroket di bulan-bulan terakhir ini. Adikku cewek yang kerja di Jakarta bilang sebentar lagi dia bakal tergolong warga Indonesia tak mampu (Plis deh). Aku sendiri cuma bisa prihatin tanpa bisa bantu apa-apa. Lha wong aku sendiri juga ikut kena dampaknya. Hidupku tergantung pada stipendium yang aku tahu pasti tidak akan berubah jumlahnya sampai aku selesai kontrak di pertengahan 2010. Harga bahan makanan di toko-toko sinipun juga sudah mulai banyak yang naik. Eh maksudku ganti harga. Setahun lalu beras 1 kilo-nya masih 89 cents. Sekarang sudah 1 euro 9 cents. Padahal perut melayuku harus terisi nasi tiap hari. Masa’ aku mesti substitusi nasiku dengan yang lain? Telo pohong ato sweet potato ngunu po piye? Ya tambah bangkrutlah aku! Kemarin aku cek harga tiket pesawat ke Indonesia untuk summer ini. Walah, harga termurah 1000 euro kurang dikit dengan segudang restriction. Padahal tahun lalu 700 euro udah bisa dapet return ticket, pakai emirates pula! Huhuhu…Masak harus urung mudik? Mana tahaaaannnn!!!
Nggak tahu mau harus bilang apa. Mau mengeluh pun sudah nggak bisa. Lha wong mengeluh pun nggak ada yang bisa menanggapi dan mengayem-ayemi (suamiku…dimanakah engkau) Kadang kalo sudah begini jadi kepingin balik jadi kuli internasional di oil kumpeni lagi. Biarlah kerja tunggang langgang yang penting nggak mikir isi dompet kalo mau beli beras ato pergi liburan. Hehehe…Tapi kok hatiku tidak sepenuhnya berkata demikian. Hatiku bilang semua boleh hilang dari sisi kita tapi tidak iman kita. Hehe…Itu kan kata2nya Nyi Ageng Serang ya? Btw…Udah ah, jadi ngaco’ begini. Aku mau balik ngerjain riset dulu ya!
widia said,
May 22, 2008 at 1:29 pm
Tenang bu widia…kata pak JK orang miskin di indo nggak bakal bertambah kok jumlahnya meskipun harga2 pada naik! maap ya pak jk, metro tivi punya surya paloh, eee…maksud loh??? kesssssselllll gue!!!!
widia said,
May 22, 2008 at 1:40 pm
iki mesti nonton Today’s Dialog edisi khusus yo…
he he he….
nggak kok…mung baca koran online. ra nduwe tipi indo je aku!